Gerakan Masyarakat Cinta Suwasta Turun Kejalanan

Klungkung – Ribuan relawan yang tergabung dari simpatisan, partai pendukung, partai pengusung paket petahana I Nyoman Suwirta-I Made Kasta (Suwasta) nomor urut 2, turun kejalanan, kedesa-desa, dan semua wilayah di Kabupaten Klungkung, mulai pukul enam pagi hingga sore, Kamis 21 Juni 2018.

Mereka turun secara serentak dalam Gerakan Masyarakat Cinta Suwasta (Gema Cinta Suwasta). Kegiatan ini bertepatan dengan jadwal kampanye hari terakhir Suwasta.

Dengan ramah, mereka menjumpai dan menyapa masyararakat baik di tempat-tempat keramaian seperti pasar, titik strategis, maupun ke rumah-rumah warga.

Relawan dari berbagai kelompok ini juga membagikan brosur tentang figur Suwasta dan pencapaiannya yang sudah terbukti selama memimpin Klungkung 4 tahun. Di antaranya pendapatan asli daerah (PAD) naik 127,5 persen (Rp 67 miliar-Rp 153 miliar), opini laporan keuangan WTP 3 kali berturut-turut, laporan kinerja baik, kemiskinan 7,01 persen turun menjadi 6,29 persen, kedalaman kemiskinan dari 0,7 persen turun menjadi 0,3 persen.

Salah satu relawan yang ikut membagikan brosur, di pasar Galiran Klungkung, I Wayan Wijaya, mengatakan ikut mengingatkan, yang sudah memiliki hak suara untuk menggunakan hak pilihnya saat pencoblosan 27 Juni 2018. Warga yang dijumpai pun menyambut antusias relawan Suwasta. “Kami berharap masyarakat tidak ada yang golput saat pencoblosan dan gunakan hak pilih dengan cerdas sesuai hati nurani, karena itu akan menentukan pemimpin Klungkung 5 tahun ke depan,” harapnya.

Dalam putaran akhir kampanye ini, I Nyoman Suwirta, turun menggelar simakrama di sejumlah desa di Kecamatan Nusa Penida. Sedangkan calon wakil I Made Kasta simakrama di wilayah Klungkung Daratan. Adapun visi misi Suwasta untuk Klungkung ke depan, dengan visi terwujudnya Klungkung yang unggul dan sejahtera jilid II.

Sementara misinya yakni Panca Santi, yaitu menguatkan dan meningkatkan eksistensi adat dan budaya. Mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Menguatkan perekonoman dan meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat melalui pemberdayaan dengan konsep kemitraan. Terwujudnya pemerintahan yang responsif, transparan, santun dan inovatif dengan menjaga kepastian. Mewujudkan sarana dan prasarana wilayah yang seimbang dengan tetap menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Untuk program unggulan yakni melaksanakan upacara dan Pitra Yadnya massal. Mewujudkan salah satu tokoh (Ida Dewa Agung Jambe/Ida Dewa Agung Istri Kanya) menjadi pahlawan nasional. UHC (JKN KIS 90 persen), ambulan laut, Puskesmas keliling home care, santunan kematian. 100 persen 1 desa 1 TK negeri, angkutan siswa gratis di semua kecamatan, beasiswa untuk semua siswa miskin (SD-SMP).

Membentuk entrepreneur di semua desa. Pengiriman tenaga kerja kapal pesiar gratis bagi KK miskin. Turunkan angka kemiskinan 6,35 persen menjadi 3 persen. Terwujudnya pelabuhan segi tiga emas. Eks galian C menjadi kawasan pariwisata terbesar di Bali. 100 persen TOSS desa (olah sampah jadi listrik). 100 persen jalan kabupaten dan akses destinasi wisata mantap. 100 persen program 100-0-100 (air bersih, kumuh, sanitasi). Terwujudnya Mall pelayanan publik. PAD naik 100 persen (dari Rp 153 miliar menjadi Rp 310 miliar). Sumber : (BeritaDewata.com )