Kepatuahan Masyarakat Klungkung Terkait KTR Diatas Rata-Rata Provinsi Bali

Suwirta Terima Apresiasi Dari Organisasi Internasional

Komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam menerapkan KTR (Kawasan Tanpa Rokok) di wilayahnya, mendapatkan apresiasi dari organisasi internasional.  Jumat (15/2), Tim dari Bloomberg Initiative USA dan The Union Asia Pasifik, serta Udayana Central  (Center For NCDs, Tobacco Control and Lung Health) melakukan audensi dengan Bupati  Klungkung, I Nyoman Suwirta. Audensi ini dilakukan terkait pengembangan kerjasama di bidang kesehatan, khususnya pencegahan penyakit menular, dan penggendalian bahaya rokok.

Koordinator Penegakan dan Implementasi Udayana Central , dr Gde Artawan Eka Putra, M.Epid menjelaskan, saat ini Kabupaten Klungkung menjadi daerah dengan nilai kepatuhan masyarakat terhadap KTR diatas rata-rata Provinsi Bali. Berdasarkan Data dari Udayana Central, nilai kepatuhan masyarakat Klungkung terhadap KTR sudah mencapai 81,7 persen. Angka ini diatas nilai rata-rata kepatuhan masyarakat terhadap KTR di Provinsi Bali yang persentasenya minimal 80 persen.

" Ada daerah lain masih dibawah itu, dan Klungkung termasuk sudah melebihi target," jelas Koordinator Penegakan dan Implementasi Udayana Central , dr Gde Artawan Eka Putra, M.Epid

Kepatuhan masyarakat terkait KTR di ruang publik seperti Itansi Pendidikan, Itansi Kesehatan, arena permainan anak dan di Terminal Bus bahkan telah mencapai 100 persen.  Sementara di Itansi Pemerintahan masih 81,7 persen. " Inilah tugas kita bersama. Di daerah lain, angka kepatuhan masayarakat terhadap KTR di Hotel atau Restaurant masih rendah," jelasnya.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menegaskan, Pemkab Klungkung sampai saat ini masih komitmen untuk menegakan KTR. Bahkan Suwirta tetap akan melarang iklan  dan sponsor  rokok dalam bentuk apapun di Klungkung.

" Bahkan kemarin salah satu perusahaan rokok audensi dan mengajak saya debat. Dikatakan melanggar perundang-undangan lah, tapi saya tetap kepada komitmen kami, menegakan KTR demi kesehatan masyarakat kita," jelas Suwirta.

Terkait kepatuhan masyarakat terhadap KTR di Itansi Pemerintahan, Suwirta mengakui belum mencapai 100 persen. Pihaknya pun masih mendengar ada salah satu Itansi yang pegawainya masih kerap merokok di kantor.

"Saya akan masuk lewat belakang di itnasi itu. Jika ada pegawai yang ketauan merokok di Kantor, akan saya tindak tegas," tegas Suwirta

Selain itu Pemkab Klungkung juga akan mengesahkan kader anti rokok, untuk memberikan pemahaman ke Masyarakat terkait bahaya kebiasaan merokok. Kader ini dibentuk di masing-masing desa melibatkan Karang Taruna yang ada di setiap Desa.

Dalam audensi itu, dua lembaga internasional yakni Bloomberg Initiative USA dan The Union Asia Pasifik memberikan apresiasi kepada Bupati Suwirta atas komitmennya terhadap penagakan KTR.*