Bupati Suwirta Hadiri Persiapan Upacara Diksa-Dwijati di Nusa Penida

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Ny. Ayu Suwirta menghadiri persiapan upacara Karya Diksa-Dwijati I Jro Mangku Putu Sudartha beserta Istri Jro Mangku Astiti Sari di Br. Mentigi, Desa Batununggul, Kecamatan Nusa Penida Senin (11/11). Kehadiran Bupati Suwirta bersama Camat Nusa Penida komang Widyasa Putra disambut prajuru adat setempat, ketua Pasemetonan Mahasemaya Warga Pande Kabupaten Klungkung Wayan Sutena bersama anggotanya serta puluhan semeton Pande yang mengenakan pakaian adat serba merah.

Ketua Prawartaka Karya, Drs. Komang Sudiana, M.M  mengatakan, karya pediksaan dilaksanakan berdasarkan SK PHDI Provinsi Bali. Rangkaian upacara telah dimulai sejak 1 September 2019 lalu dengan kegiatan Pemeriksaan kesiapan calon Diksa oleh pengurus SMWP provinsi Bali. Kemudian dilanjutkan dengan upacara Disa Pariksa, mapinton ke Griya Guru, nuasen karya, Bumi Suda mecaru Rsi Gana, Nuur Daksina serta dilaksanakannya prosesi Seda Raga. Selanjutnya pada Anggara Umanis Wayang , 12 November 2019 dilaksanakan upacara  Padiksaan yang dipuput oleh  Sira Mpu Aji Arya Palaka, Sira Mpu Dharma Sunu, Sira Mpu Dharma Kertiyasa dan Sira Mpu Wijaya Nanda.

Komang Sudiana menambahkan, Jro Mangku Putu Sudartha  selanjutnya meparab Sira Mpu Brahma Vidyananda Raksita sedangkan Jro Mangku Astiti Sari meparab Sira Mpu Galuh Vindya Raksita, griya Padya Taman Segara.

Kepada  perwakilan keluarga Jro Mangku Putu Sudartha dan Jro Mangku Istri Wayan Astiti, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan selamat karena akan didiksa, dirinya berharap seluruh rangkaian upacara dapat dilalui dengan lancar. Dengan upacara karya ini, akan bertambah lagi satu sulinggih di Kabupaten Klungkung.

Ditambahkan, para sulinggihdiharapkan akan senantiasa menjadi penuntun dan penerang bagi umat sedharma dalam melaksanakan upacara maupun dalam menjali kehidupan sehari hari. “Sulinggih ini merupakan milik seluruh umat, untuk itu sepatutnya mengayomi umat dan wajib memberikan pencerahan kepada umat, muput yadnya serta nyastra,”Ujar Bupati Nyoman Suwirta.

Upacara Dwijati  merupakan upacara yang bermakna lahir untuk kedua kalinya (reinkarnasi) sebagai seorang sulinggih. Sejak seseorang mendapat diksa dalam upacara penyucian ini, selanjutnya mereka akan dikenal sebagai Dwijati dan dari padanya diharapkan mulai mematuhi segala peraturan kebrahmanaan. Seseorang yang telah melalui proses tata upacara diksa akan mempunyai wewenang luas dan lengkap dalam pelaksanaan dan menyelesaikan berbagai upacara yadya.*